Langsung ke konten utama

ASUHAN ANTENATAL

2.1.6. Asuhan Antenatal

2.1.6.1. Asuhan Antenatal


Menurut Saifuddin (2006), pelayanan/asuhan antenatalmerupakan cara penting untuk memonitor atau mendukungkesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengankehamilan normal. Oleh karena itu, kunjungan antenatalsebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan.

Ante Natal Care adalah pengawasan sebelum persalinanterutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janindalam rahim. (Manuaba, 1998)

2.1.6.2  Tujuan Asuhan AntenatalTujuan asuhan antenatal adalah sebagai berikut:

1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatanibu dan

    tumbuh kembang bayi

2.
Meningkatkan dan mempertahankan fisik, mental dan sosialibu dan bayi

3. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan ataukomplikasi yang

    mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum,

    kebidanan dan pembedahan

4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan denganselamat ibu

    maupun bayinya dengan trauma seminimalmungkin.

5. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI

    ekslusif.

6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerimakelahiran bayi

    agar dapat tumbuh kembang secara normal.

2.1.6.3 Kebijakan Program

Menurut Saifuddin (2006), kunjungan antenatal sebaiknyadilakukan paling

sedikit 4 kali selama kehamilan.

1.     Satu kali pada triwulan pertama

2.     Satu kali pada triwulan kedua

3.     Dua kali pada triwulan ketiga

Pelayanan/ asuhan standar minimal termasuk yaitu:

1.     Timbang berat badan

2.     Ukur (Tekanan) darah

3.     Nilai status lingkar lengan (LILA)

4.     Ukur (Tinggi) fundus uteri

5.     Tentukan presentasi janin dan DJJ

6.     Pemberian Imunisasi Tetanus Toksoid (TT)

7.     Pemberian Tablet zat besi, minimum 90 tablet selamakehamilan.

8.     Tes Laboratorium

9.     Tes terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS).

10.  Temu wicara atau konseling termasuk perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi serta KB pasca persalinan. (PWS KIA, 2009)

2.1.6.4 Jadwal kunjungan ulang

Menurut Siti (2009), Jadwal kunjungan ulang padakehamilan yaitu:

1.  Kunjungan I (16 minggu), dilakukan untuk:

a.     Persiapan dan pengobatan anemia

b.    Perencanaan persalinan

c.     Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya.

2.     Kunjungan II (24-28 minggu) dan kunjungan III (32minggu), dilakukan untuk:

a.     Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya

b.    Penapisan pre eklampsia, gemeli, infeksi alatreproduksi, dan saluran perkemihan.

c.     Mengulang perencanaan persalinan

3.     Kunjungan IV: 36 minggu sampai lahir :

a.     Sama seperti kegiatan kunjungan II dan III

b.    Mengenali adanya kelainan letak dan presentasi

c.     Memantapkan rencana persalinan

d.    Mengenali tanda-tanda persalinan

2.1.6.5 Kebijakan teknis

Setiap kehamilan dapat berkembang menjadi masalahatau komplikasi setiap saat. Itu sebabnya mengapa ibu hamilmemerlukan pemantauan selama kehamilannya. (Saifuddin,2006)

Penatalaksanaan ibu hamil secara keseluruhan meliputikomponen-komponen sebagai berikut:

1.     Mengupayakan kehamilan yang sehat

2.     Melakukan deteksi dini komplikasi, melakukan penatalaksanaan awal serta rujukan bila diperlukan

3.     Persiapan persalinan yang bersih dan aman

4.     Perencanaan antisipatif dan persiapan dini untuk melakuakan rujukan jika terjadi komplikas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengenali Pria yang Cemburuan

Punya kekasih yang cemburuan bisa membuat tidak nyaman, ruang gerak terbatas dan tidak bebas bersosialisasi. Sayangnya, mengenali pria yang cemburuan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Seringkali kita baru tahu pria tersebut ternyata seorang pencemburu setelah terlanjur menjalin hubungan. Bila Anda termasuk orang yang berjiwa bebas dan tidak suka dikekang, memacari pria cemburuan tentu akan lebih banyak menimbulkan konflik. Sebelum terperangkap dalam hubungan yang tidak nyaman, sebaiknya kenali dulu tanda-tanda pria yang cemburuan, dikutip dari Madame Noire. 1. Tidak Punya Banyak Teman Tipe orang yang pencemburu biasanya gampang curiga serta menjaga jarak dengan orang lain. Jika pria tersebut hanya punya satu atau dua teman, kemungkinan karena dia tidak mudah percaya dengan orang lain dan sulit memaafkan kesalahan orang. Pria pencemburu akan kesal ketika Anda sering pergi dengan teman-teman karena tidak ada orang lagi yang akan menemaninya selain sang kekasih. 2. Suka Mengana...

“Jangan” Cium Tangan Ibumu

Sahabat sekalian, suatu waktu saya pernah menghadiri suatu acara training motivasi di kampus saat masa kuliah dahulu. Pada waktu itu ada statement trainernya yang masih saya ingat sampai sekarang. Ia berkata: “rata-rata orang sukses di seluruh dunia itu, mempunyai hubungan yang baik dengan kedua orang tuanya khususnya dengan ibunya” jadi jika kita ingin sukses maka sebelum itu yang harus diperhatikan ialah bagaimana hubungan kita dengan orang tua saat ini? Apakah penuh kehangatan atau penuh dengan kebencian? Yang saat ini hubungan dengan orang tuanya penuh kehangatan bersyukurlah Anda orang yang beruntung. Untuk mereka yang punya hubungan tidak baik dengan orang tuanya berdoalah agar dimudahkan Allah untuk memperbaiki hubungan dengan mereka. Sangat penting sekali mempunyai hubungan yang baik dengan orang tua, khususnya ibu. Kenapa? Karena ridha Allah ialah ridha orang tua, dan doa ibu itu Subhanallah, tanpa hijab di hadapan Allah mudah menembus langit. Sehingga doa seorang ibu yang ...

HAK ISTRI ATAS SUAMI

Syariat mewajibkan kepada suami untuk memenuhi kebutuhan istrinya yang berupa kebutuhan material seperti nafkah, pakaian, tempat tinggal, pengobatan dan sebagainya, sesuai dengan kondisi masing-masing, atau seperti yang dikatakan oleh Al-Qur’an “bil ma’ruf” (menurut cara yang ma’ruf/patut). Namun syariat tidak pernah melupakan akan kebutuhan-kebutuhan spiritual yang manusia tidaklah bernama manusia kecuali dengan adanya kebutuhan-kebutuhan tersebut, sebagaimana kata seorang pujangga kuno: “Maka karena jiwamu itulah engkau sebagai manusia, bukan cuma dengan badanmu.” Bahkan Al-Qur’an menyebut perkawinan ini sebagai salah satu ayat di antara ayat-ayat Allah di alam semesta dan salah satu nikmat yang diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Firman-Nya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demiki...